Brigadir SH ditemukan oleh Briptu K dengan kondisi berlumuran darah di kamar. Di dekat tubuhnya terdapat sebuah pistol.
Kapolda Kaltara, Irjen Polisi Daniel Adityajaya, saat itu berada di Jakarta dalam rangka kepentingan dinas. Tim medis yang memeriksa korban menyatakan bahwa Brigadir SH sudah meninggal dunia.
Kabid Humas mengklarifikasi pernyataan awal yang menyebut bahwa kematian Brigadir SH disebabkan oleh kelalaian. Ia menyatakan bahwa pernyataan tersebut hanyalah asumsi awal dan proses penyelidikan masih berlanjut.
Berdasarkan hasil autopsi, Brigadir SH meninggal akibat luka tembak di dada sebelah kiri yang mengenai jantung dan paru-paru. Jenazahnya telah dimakamkan di Kendal, Jawa Tengah.