Serial Netflix terbaru, Human Vapor, hadir sebagai remake dari film fiksi ilmiah kultus tahun 1960 karya sutradara Godzilla, Ishirō Honda.
Kolaborasi antara Toho, WOWPOINT, dan Netflix ini menyajikan kisah konspirasi perusahaan, polisi korup, dan balas dendam yang aneh.
>>> 11 Film Fiksi Ilmiah Chris Pratt, Peringkat dari Terburuk hingga Terbaik
Cerita dimulai dengan adegan ledakan spektakuler saat jurnalis TV Kyoko Kono (Yū Aoi) mewawancarai Profesor Sano.
Seberkas kabut misterius menyerang profesor itu, masuk ke paru-parunya, dan meledakkannya di siaran langsung.
Tak lama kemudian, Kono menemukan kode QR yang mengarah ke video seorang pria berjas lab (Uta) yang mengaku sebagai Human Vapor.
Dalam konferensi dadakan di restoran ramen terbengkalai, Human Vapor mengumumkan bahwa pembunuhan Profesor Sano adalah langkah awal balas dendam terhadap organisasi rahasia bernama White Center.
White Center disebut sebagai badan amal swasta yang terkait dengan insiden pembersihan meteorit jatuh.
Dengan bantuan Detektif Kenji Okamoto (Shun Oguri), yang memiliki sejarah rumit dengannya, Kono berusaha mengungkap kebenaran tentang White Center dan Human Vapor.
Perjalanan mereka membawa mereka berhadapan dengan Yakuza haus darah, polisi nakal, dan politisi lokal yang berkepentingan menutupi fakta.
Misteri yang Terlalu Dipanjang-panjangkan
Delapan episode dengan durasi 40-60 menit membuat serial ini mengulur misteri identitas dan motif Human Vapor.
Banyak lompatan waktu antara masa kini dan kilas balik untuk mengungkap latar belakang karakter.
Meski lumrah untuk serial streaming, penonton mungkin merasa beberapa episode bisa dipangkas dengan mengurangi kilas balik.
Setelah sifat White Center terungkap, penonton bisa menebak hubungan salah satu karakter utama dengannya.
Namun, hampir satu episode penuh dihabiskan untuk kilas balik yang sudah bisa ditebak dari petunjuk sebelumnya.
Sutradara Shinzo Katayama, yang menyutradarai seluruh delapan episode, menunjukkan visi visual yang kuat dan rasa pacing yang tajam.
Meski alurnya bertele-tele, serial ini tetap membuat penonton penasaran untuk menonton episode berikutnya.
