⌂ Beranda News 3 Konsep Woman of Tomorrow yang Bisa Tingkatkan Film Supergirl

3 Konsep Woman of Tomorrow yang Bisa Tingkatkan Film Supergirl

3 Konsep Woman of Tomorrow yang Bisa Tingkatkan Film Supergirl
Ilustrasi: 3 Konsep Woman of Tomorrow yang Bisa Tingkatkan Film Supergirl
A A Ukuran Teks16px

Sejak dirilis pada 26 Juni, film Supergirl mendapat beragam reaksi.

Sebagian penonton memuji penampilan Milly Alcock dan cerita yang mendalam, sementara yang lain menganggap film ini langkah keliru bagi DCU.

>>> Rumor Tanggal Rilis The Legend of Aang Lanjutkan Tren Buruk Avatar: The Last Airbender

Skor Rotten Tomatoes menunjukkan perpecahan antara penonton dan kritikus.

Kritik tidak hanya datang dari kebencian terhadap film superhero perempuan, tetapi juga menyoroti plot perdagangan seks anak yang dianggap berbahaya, struktur narasi yang berantakan, dan kegagalan mengadaptasi komik Supergirl: Woman of Tomorrow.

Ada tiga konsep dari komik yang seharusnya bisa meningkatkan kualitas film jika diadaptasi dengan baik.

Sudut Pandang Ruthye

Dalam komik, cerita diceritakan dari sudut pandang Ruthye, seorang gadis 13 tahun yang keluarganya dibunuh di depannya. Ruthye menjadi narator yang menceritakan kisahnya bertahun-tahun kemudian.

Di film, Ruthye memang muncul sebagai karakter penting, tetapi fokusnya bergeser ke Kara. Padahal, sudut pandang Ruthye bisa menunjukkan betapa besar dampak Supergirl dalam hidupnya.

>>> 10 Anime Paling Sempurna dalam 20 Tahun Terakhir

Skema Warna Cerah

Salah satu keluhan terbesar adalah warna film yang kusam dan kecokelatan. Padahal, komik Woman of Tomorrow memiliki warna cerah dan indah.

Skema warna cerah tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga bisa mengimbangi tema gelap seperti perdagangan seks anak.

Sayangnya, film justru menggunakan warna gelap yang memperkuat suasana suram.

Keputusan Kara soal Krem

Dalam komik, Kara memilih untuk tidak membunuh Krem, penjahat yang membunuh keluarga Ruthye. Ia ingin melindungi Ruthye dari kegelapan balas dendam.

>>> Koleksi Handuk Film Studio Ghibli Kembali Hadir dengan Kiki dan Princess Mononoke

Di film, Kara membuat Ruthye percaya bahwa Krem dibiarkan hidup, lalu menusuknya dari belakang. Perubahan ini kontroversial dan mengurangi kekuatan moral dari pilihan Kara di komik.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru