Keputusan Sony untuk menghentikan perilisan game fisik PlayStation mulai tahun 2028 telah menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak, tidak hanya dari kalangan penggemar tetapi juga dari perusahaan lain.
Langkah ini menandai salah satu pergeseran terbesar menuju masa depan video game yang sepenuhnya digital, sebuah topik yang telah lama diperdebatkan.
>>> Film 'The Last Airbender' 2010: Kontroversi dan Kegagalan Adaptasi
Kekhawatiran Pelestarian Sejarah Gim
Video Game History Foundation (VGHF) melalui direkturnya, Frank Cifaldi, menyampaikan kekhawatiran mendalam.
Cifaldi menyoroti bahwa penghentian media fisik ini, ditambah dengan penutupan toko digital PS3 dan PSP, merupakan pukulan bagi upaya pelestarian sejarah gim.
Ia menjelaskan bahwa bahkan salinan fisik yang dirilis seringkali memerlukan patch harian dan pembaruan online agar lengkap, sehingga salinan tersebut tidak lagi utuh tanpa koneksi internet.
Cifaldi juga menyebutkan bahwa industri perlu berdialog serius mengenai pelestarian digital, karena meminta museum untuk mengunduh gim dan berharap dapat menjalankannya di masa depan bukanlah solusi yang memadai.
Dukungan untuk Media Fisik
Gamefly merilis pernyataan yang menyatakan kekecewaan mereka terhadap berita tersebut. Perusahaan penyewaan gim fisik ini menegaskan komitmen mereka terhadap produk fisik.
>>> My Neighbor Totoro Kembali Tayang di Bioskop Amerika Utara Juli Ini
Mereka menyatakan akan terus berkomitmen pada media fisik "sampai mereka mencabut cakram dari tangan kami yang lembut dan lembap."
GameStop turut meramaikan dengan respons jenaka.
Mereka membagikan foto pelanggan yang menukar koleksi Xbox 360 lamanya dengan kredit toko senilai lebih dari $1.000, lalu membeli gim PS5 baru.
Bahkan Domino's Pizza UK ikut berkomentar melalui akun Twitter mereka, menyamakan keputusan Sony dengan gagasan mereka beralih ke pizza digital.
"Mereka mengambil Blockbuster dari kita, sekarang lorong gim," tulis Domino's.
>>> 10 Anggota Justice League Terkuat, dari Swamp Thing hingga Power Girl
Pergeseran Sony menuju digital sepenuhnya ini akan dimulai pada Januari 2028. Keputusan ini ironis mengingat Sony pernah mengolok-olok Microsoft terkait protokol 'selalu online' Xbox One di masa lalu.
