⌂ Beranda News Sony Hapus Film Digital dan Hentikan Kepingan Game Fisik, Hak Konsumen Dipertanyakan

Sony Hapus Film Digital dan Hentikan Kepingan Game Fisik, Hak Konsumen Dipertanyakan

Sony Hapus Film Digital dan Hentikan Kepingan Game Fisik, Hak Konsumen Dipertanyakan
Ilustrasi: Sony Hapus Film Digital dan Hentikan Kepingan Game Fisik, Hak Konsumen Dipertanyakan
A A Ukuran Teks16px

Para gamer PlayStation yang memilih untuk memiliki konten hiburan mereka secara fisik kini menghadapi kenyataan pahit.

Sony mengonfirmasi penghapusan 551 film dan serial TV yang sebelumnya dibeli secara digital oleh konsumen.

>>> Nickelodeon Tetapkan 14 Juli Sebagai Hari SpongeBob SquarePants

Keputusan ini bersamaan dengan pengumuman Sony untuk menghentikan produksi kepingan (disc) game fisik untuk konsol mereka di masa mendatang.

Lisensi Digital Bukan Kepemilikan Sebenarnya

Masalah kepemilikan konten digital kembali mencuat setelah Sony kehilangan lisensi atas ratusan film dan acara TV dari StudioCanal.

Konsumen yang telah membeli konten tersebut kini tidak dapat mengaksesnya lagi.

Perjanjian pembelian PlayStation Network (PSN) mengklarifikasi bahwa konsumen tidak benar-benar membeli salinan digital film, melainkan hanya lisensi untuk menontonnya.

Dengan berakhirnya perjanjian lisensi, Sony berhak menarik akses konsumen tanpa kewajiban pengembalian dana.

Hal serupa juga terjadi pada platform digital lain seperti Steam, yang menyatakan menjual lisensi game, bukan judulnya.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa game fisik yang semakin ditinggalkan dapat mengikuti jejak yang sama, di mana game yang dibeli bisa menjadi tidak dapat diakses jika lisensinya dicabut.

Perlindungan Konsumen yang Minim

Di era digital ini, banyak konsumen merasa hanya 'menyewa' konten alih-alih memilikinya.

>>> Scott Snyder Umumkan Rilis Trade Undiscovered Country Vol. 6: Victory

Perusahaan memiliki kekuatan untuk membatasi akses ke konten kapan saja, terutama jika lisensi berakhir atau kesepakatan distribusi berubah.

Gerakan seperti 'Stop Killing Games' berupaya memastikan game yang dibayar konsumen tetap dapat diakses, namun upaya legislatif untuk menjamin hal ini masih menghadapi tantangan.

Dengan semakin banyaknya penerbit yang beralih ke platform digital eksklusif, budaya game bekas dan berbagi media berisiko punah.

Hal ini memberikan kekuasaan besar kepada segelintir perusahaan dalam mengontrol seni komersial.

Dalam industri film dan televisi, pemotongan biaya distribusi dan lisensi telah menyebabkan banyak acara dan film ditarik dari layanan streaming.

Konten yang tidak pernah dirilis secara fisik menjadi semakin sulit diakses.

Penghentian produksi kepingan game fisik oleh Sony meningkatkan risiko konten di masa depan hanya akan bergantung pada kebijakan perusahaan, bukan pada konsumen yang telah membelinya.

>>> Drama Komedi HBO 'Hung' Kembali Populer di PVOD 15 Tahun Setelah Dibatalkan

Meskipun perlindungan konsumen saat ini masih terbatas, opini publik dapat mendorong pembentukan regulasi baru untuk melindungi hak akses konsumen terhadap media yang mereka beli.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru