⌂ Beranda News Adegan Jasper dan Alicent di House of the Dragon Ulangi Masalah Lama Game of Thrones

Adegan Jasper dan Alicent di House of the Dragon Ulangi Masalah Lama Game of Thrones

Adegan Jasper dan Alicent di House of the Dragon Ulangi Masalah Lama Game of Thrones
Ilustrasi: Adegan Jasper dan Alicent di House of the Dragon Ulangi Masalah Lama Game of Thrones
A A Ukuran Teks16px

House of the Dragon Season 3 Episode 2 yang berjudul "Queen's Landing" menyajikan momen penting ketika Rhaenyra Targaryen akhirnya menduduki Takhta Besi.

Namun, satu adegan kontroversial justru menodai episode tersebut.

>>> Settingan Sensivitas FF ala Andra ST, Paling Enak Buat Headshot

Adegan itu adalah konfrontasi antara Lord Jasper Wylde dan Alicent Hightower. Jasper yang menuduh Alicent melakukan pengkhianatan berujung pada percobaan pemerkosaan terhadap mantan ratu tersebut.

Grand Maester Orwyle yang kebetulan datang berhasil mencegah aksi bejat Jasper. Meski demikian, kehadiran adegan ini dianggap tidak perlu dan mengulangi kritik lama terhadap Game of Thrones.

Kekerasan Seksual sebagai Alat Plot yang Bermasalah

Salah satu kritik terbesar terhadap Game of Thrones adalah penggunaan kekerasan seksual secara berlebihan.

Sepanjang delapan musim, serial ini kerap menampilkan adegan pemerkosaan untuk kejutan, pengembangan karakter, atau pembangunan dunia.

Contoh paling terkenal adalah pemerkosaan Jaime terhadap Cersei di Season 4 dan malam pernikahan Sansa di Season 5.

Keduanya menuai protes keras dari penggemar.

House of the Dragon sebelumnya lebih bijak dalam menangani kekerasan seksual. Serial ini cenderung meminimalkan adegan semacam itu dan tidak menampilkannya secara grafis.

Namun, adegan Jasper dan Alicent di Episode 2 justru kembali ke kebiasaan lama. Adegan ini tidak ada dalam buku Fire & Blood karya George R.

>>> Kumpulan Cheat GTA 5 PS3 Motor Drag dan Kendaraan Lainnya

R. Martin dan tidak memberikan informasi baru bagi cerita.

Adegan yang Tidak Diperlukan

House of the Dragon sebenarnya sudah berhasil menunjukkan kebrutalan dan misogini Westeros tanpa perlu adegan pemerkosaan.

Konflik utama serial ini bermula dari seorang wanita yang dirampas haknya atas takhta.

Rhaenyra dan Rhaenys sama-sama menghadapi kenyataan bahwa pria lebih rela "membakar kerajaan daripada melihat wanita naik takhta." Perjuangan mereka sudah cukup menggambarkan sistem patriarki yang menindas.

Alicent sendiri telah menjadi korban sistem tersebut.

Ia dipaksa menikah dengan pria yang jauh lebih tua, dan kemudian harus menghadapi pelecehan dari Larys Strong yang memanfaatkan posisinya.

Dengan semua itu, adegan percobaan pemerkosaan oleh Jasper terasa berlebihan dan tidak perlu. Episode ini bisa mencapai kesimpulan yang sama tanpa harus menampilkan kekerasan seksual.

>>> Art of Fighting 3: The Path of the Warrior R Hadir di PC dengan Fitur Modern

Semoga ini menjadi terakhir kalinya waralaba Game of Thrones menggunakan penderitaan wanita sebagai alat plot.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru