Tidak semua film horor harus menakutkan untuk bisa dinikmati.
Beberapa film terbaik genre ini justru diingat karena atmosfer, karakter, atau cara mereka membangun ketegangan, seperti The Blair Witch Project, The Shining, atau Hereditary.
>>> Hugh Jackman Ungkap Alasan Pribadi di Balik The Death of Robin Hood
Namun, ada juga film horor yang gagal di hampir semua aspek tersebut. Penonton terus menunggu momen perbaikan yang tak kunjung tiba, dan akhirnya merasa membuang waktu.
Berikut tujuh film horor yang buruk dari awal hingga akhir.
7. Lake Mungo
Film ini mengikuti keluarga yang berduka atas kematian Alice Palmer (Talia Zucker). Penemuan tentang kehidupan Alice dan kemungkinan kejadian supranatural muncul melalui video, wawancara, dan foto.
Bagi sebagian orang, Lake Mungo adalah pengalaman horor yang meresahkan. Namun bagi yang lain, film ini terasa tidak pernah benar-benar menuju ke mana pun.
Film ini membutuhkan kesabaran tingkat tinggi, terutama karena menggunakan horor sebagai cara mengeksplorasi kesedihan. Alurnya dipenuhi percakapan dan misteri berlapis, sehingga lebih cocok sebagai cerita suspense.
Ketika sebagian besar horor hanya mengandalkan satu pengungkapan dan melankolia konstan, pengalaman menonton bisa terasa melelahkan.
6. Paranormal Activity
Sebelum menjadi waralaba, Paranormal Activity sukses besar di bioskop. Namun seiring waktu, banyak penonton menyadari film ini tidak seefektif reputasinya.
Kisahnya mengikuti Katie (Katie Featherston) dan Micah (Micah Sloat) yang mendokumentasikan kejadian aneh di rumah mereka setelah mencurigai adanya entitas supranatural.
Konsepnya sederhana dan membantu mendefinisikan genre found-footage, tetapi eksekusinya hanya berupa rangkaian malam yang direkam kamera statis. Penonton menunggu sesuatu berarti terjadi.
Film ini masuk daftar karena dipasarkan sebagai pengalaman menakutkan, namun sebagian besar durasinya diisi argumen berulang antara karakter utama dan insiden kecil yang terlalu lama berkembang.
Paranormal Activity lebih mengandalkan antisipasi daripada apa yang benar-benar terjadi di layar.
5. Megan Is Missing
Megan Is Missing mendapat kesempatan kedua saat viral sebagai "film yang mustahil ditonton". Namun alasannya bukan karena mengganggu, melainkan karena kualitasnya yang buruk.