⌂ Beranda › Tren › Ketika Panggung AMI Awards 2026 Berubah Jadi Seruan Menyelamatkan Hutan
Tren

Ketika Panggung AMI Awards 2026 Berubah Jadi Seruan Menyelamatkan Hutan

Ketika Panggung AMI Awards 2026 Berubah Jadi Seruan Menyelamatkan Hutan
Foto: AMI Awards via Instagram @amiawards • AMI Awards via Instagram @amiawards
A A Ukuran Teks16px

Ada yang berbeda dari perayaan AMI Awards 2026: penghargaan demi penghargaan dibungkus pesan yang sama, yakni keprihatinan atas kebakaran hutan.

Anugerah Musik Indonesia, yang pertama kali diadakan pada 1997, kini berada di tahun ke-29. Edisi 2026 di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, pada malam Rabu, 4 November 2026, melibatkan sekitar 6.000 karya terdaftar dan sekitar 3.000 musisi serta penyanyi dalam 62 kategori.

Pesan yang datang dari berbagai kategori

Pola yang muncul cukup jelas: pemenang dari kategori yang berbeda menyampaikan keprihatinan yang sama. Yura Yunita dari kategori pop mempersembahkan kemenangannya untuk hutan dan alam, sementara Hindia dari kategori rock alternatif menekankan dampak kebakaran terhadap lingkungan, iklim, hewan, tumbuhan, dan manusia.

Di kategori R&B/Soul kontemporer, momen Jinan Laetitia dan Alsa Aqilah juga diisi sorotan atas kebakaran hutan. Fariz RM melengkapi rangkaian itu dengan dedikasi untuk alam dan ajakan agar hutan tidak dirusak, disertai pengingat bahwa kabut asap merugikan masyarakat, termasuk di Sumatra.

Bukan sekadar seremoni

Rangkaian pidato itu membuat malam penghargaan terasa lebih dari sekadar seremoni tahunan. Penampilan Iwan Fals bersama Yura Yunita dan Hanan Attaki, termasuk lagu Bento dari 1992, menjadi jeda musikal di tengah pesan-pesan yang terus berulang: hutan adalah urusan bersama, bukan hanya urusan lingkungan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru