Rekor demi rekor jatuh di markas Villarreal, tetapi Luis Enrique justru mengingatkan timnya bahwa semua itu belum berarti apa-apa.
PSG menang 6-0 atas Villarreal pada matchday keempat league phase Liga Champions, dini hari 4 November 2026. Joao Neves mencetak gol pembuka menit ke-8, dan gol keempat PSG pada menit ke-16 membuat rentang empat gol pertama hanya sekitar 7 menit 35 detik, tercepat dalam sejarah kompetisi.
Angka-Angka PSG
PSG memimpin daftar tim tersubur league phase dengan 20 gol dari empat laga, sementara Barcelona di posisi kedua dengan 14 gol. PSG juga tak terkalahkan dalam 14 laga Liga Champions beruntun, 10 menang dan 4 imbang, sejak hasil 1-1 dengan Newcastle musim lalu.
Rentetan itu mencakup dua kemenangan atas Chelsea, dua atas Liverpool, serta kemenangan atas Bayern Munchen, Arsenal, Manchester City, dan Barcelona. Di kandang klub Spanyol, PSG tak terkalahkan dalam lima laga tandang terakhir, dengan empat kemenangan dan satu imbang.
Madrid sebagai Tujuan Akhir
Menurut Enrique, rekor-rekor tersebut hanyalah selingan. Final di Madrid hanya akan melahirkan satu juara, dan trofi di sanalah tujuan utamanya. Pengalaman musim lalu memperkuat sikap itu: PSG menjadi juara meski tidak finis pertama di league phase.
