Tekanan dari UEFA dilaporkan membuahkan hasil: FIFA disebut membuka akses terhadap dokumen yang diminta, meski dengan syarat yang ketat.
Menurut laporan yang mengutip Goal International dan sumber internal, UEFA sebelumnya memberi tenggat hingga 2 November waktu setempat. Jawaban FIFA, lewat Sekretaris Jenderal Mattias Grafstrom, disebut membatasi pemeriksaan hanya secara fisik di markas FIFA di Zurich selama dua minggu, tanpa salinan, demi kerahasiaan hukum.
Di balik itu, UEFA dilaporkan telah mengirim lebih dari 100 pertanyaan dan mengancam langkah hukum, termasuk gugatan atau pengaduan pidana di Swiss, bila dokumen tidak dibuka.
Isu yang Mengiringi Sengketa
Sejumlah isu disebut melatarbelakangi protes UEFA, mulai dari FIFA Peace Prize untuk Donald Trump, penanganan suspensi Folarin Balogun, mundurnya federasi Prancis, hingga permintaan maaf yang menyertainya. UEFA disebut menilai reformasi tata kelola FIFA belum cukup dan Dewan FIFA dilewati pada tahap yang semestinya.
Kalender ke depan juga menambah panas suasana: pemilihan presiden FIFA dijadwalkan tahun depan, dengan tenggat pendaftaran penantang pada 18 November. Perlu dicatat, seluruh klaim ini disampaikan sebagai laporan dari sumber yang dikutip, bukan fakta yang terkonfirmasi secara independen.