MNC Bank menjadi salah satu pencarian teratas di Google Trends Indonesia setelah keluhan nasabah soal aplikasi MotionBank viral. Nasabah mengaku kesulitan bertransaksi lewat aplikasi dan hanya bisa menarik uang di teller dengan batas Rp2 juta.
Keluhan itu cepat menyebar di media sosial dan memunculkan pertanyaan soal kondisi keuangan bank. Apalagi, data simpanan bank menunjukkan penurunan: per September 2026, dana pihak ketiga (DPK) Bank MNC tercatat Rp11,32 triliun, turun 17,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, rasio LDR bank naik menjadi 105,8 persen, dari sebelumnya 80,87 persen. Angka itu menggambarkan porsi penyaluran kredit yang lebih besar dibanding dana yang dihimpun dari nasabah.
Manajemen bank membantah anggapan bahwa gangguan layanan disebabkan masalah likuiditas. Lewat akun resmi MotionBank di Threads, bank mengakui adanya kendala pada layanan transaksi dan penarikan dana, serta menyatakan perbaikan sistem digital masih berjalan.
Corporate Secretary MNC Bank Edward Kennetze pada Senin, 2 November 2026, mengarahkan nasabah memakai layanan alternatif selama pemulihan: ATM untuk tarik tunai dan cek saldo, atau datang ke kantor cabang terdekat.
Isu lain yang ikut mencuat adalah kabar pemindahan rekening payroll. Sumber KONTAN dari lini bisnis grup menyebut pemindahan rekening penggajian karyawan dari MNC Bank sudah dimulai sejak Oktober 2026.
Pengamat dari Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menilai tekanan pada Bank MNC merupakan akumulasi persoalan fundamental dan mempertanyakan efektivitas pengawasan OJK. Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menegaskan pengawasan dilakukan terus-menerus dengan pendekatan berbasis risiko, menilai banyak indikator, bukan satu rasio saja. Selama perbaikan berlangsung, nasabah diimbau memakai kanal resmi dan tidak terpancing spekulasi.