Bapak Paling Jujur, film drama komedi satir politik produksi Cahaya Pictures dan Studio Antelope, mulai tayang serentak di bioskop Indonesia pada 15 Oktober 2026.
Sinopsis Film
Jonas Prakoso (Andovi da Lopez) adalah calon gubernur yang karier politiknya dibangun di atas pencitraan. Bersama Marbun (Benidictus Siregar), sahabat sekaligus kepala tim suksesnya, dan wakilnya Sambodo (Soleh Solihun), Jonas menjaga setiap pernyataan publik agar citranya tetap sempurna di mata pemilih.
Sebuah kutukan dari neneknya mengubah segalanya. Jonas kehilangan kemampuan untuk berbohong, dan lebih parah lagi, ia tidak lagi bisa menyaring ucapan — apa yang ada di kepalanya keluar begitu saja di depan tim sukses, keluarga, lawan politik, maupun rakyat.
Sedikit demi sedikit, citra yang dibangun bertahun-tahun runtuh dan hidup Jonas berubah menjadi rangkaian kekacauan. Di balik komedinya, film ini mengajukan pertanyaan sederhana: ketika kejujuran bukan lagi pilihan, seberapa siap seseorang menerima konsekuensinya?
Fakta Produksi dan Pemeran
Sutradara: Fajar Nugros. Produser: Aoura Lovenson Chandra. Naskah: Rino Sarjono, dengan pengembangan cerita yang juga melibatkan Fajar Nugros dan Andovi da Lopez menurut sejumlah pemberitaan. Pemeran lain: Claresta Taufan (Vanny), Nayla D. Purnama (Rasuna/Una), Indy Barends (Suherlin, nenek Jonas), Lolox (Hasian), Abdel Achrian (Pak Mul), Jeremy Teti (Rosan), Mieke Amalia, dan TJ Ruth. Film ini mengadaptasi premis film Brasil O Candidato Honesto (2014) — premis yang sebelumnya juga sukses lewat versi Korea, Honest Candidate (2020) — dengan penyesuaian budaya lokal.
Jadwal Tayang, Durasi, dan Klasifikasi
Rilis Indonesia: 15 Oktober 2026. Durasi: 103 menit (1 jam 43 menit). Klasifikasi LSF: 13 tahun ke atas (remaja). Film dapat disaksikan di jaringan bioskop CGV, XXI, dan Cinepolis di berbagai kota. Untuk jadwal harian dan pembelian tiket, gunakan aplikasi TIX ID atau situs dan aplikasi resmi masing-masing jaringan.
Daya Tarik Film Ini
Bapak Paling Jujur menawarkan komedi politik yang jarang muncul di layar lebar Indonesia: satir tentang pencitraan, disampaikan lewat situasi absurd yang dekat dengan keseharian. Produser Aoura Lovenson Chandra menyebut film ini ingin membicarakan kejujuran dan tanggung jawab pemimpin dengan pendekatan ringan dan menghibur — kombinasi yang membuatnya layak ditonton bersama keluarga maupun teman.
