Industri webtoon saat ini mengalami perkembangan pesat berkat berbagai adaptasi anime global.
Crunchyroll memegang peran besar dalam menyediakan platform global untuk berbagai judul webtoon populer.
Mayoritas adaptasi sebelumnya didominasi oleh genre aksi fantasi seperti Solo Leveling.
Kini tren tersebut mulai bergeser dengan hadirnya proyek romantis fantasi seperti The Remarried Empress.
Meskipun sangat dinantikan, pengumuman adaptasi ini juga memicu kritik tajam dari para pembaca.
Kritik Terhadap Isu Perbudakan
Banyak pembaca menyoroti cara cerita tersebut memperlakukan isu sensitif terutama terkait perbudakan.
Karakter mantan budak bernama Rashta kerap digambarkan sebagai sosok antagonis utama.
Sementara itu, sang permaisuri yang berasal dari kalangan istana diposisikan sebagai korban.
Sistem perbudakan dalam cerita sering kali diabaikan tanpa penanganan berarti dari pihak keluarga kerajaan.
Hal ini memicu perdebatan luas di kalangan penggemar terkait pesan moral yang disampaikan.