Sutradara terkenal Guillermo del Toro baru-baru ini mengenang kembali karya populernya, Pacific Rim, yang dirilis pada tahun 2013 dan menjadi salah satu film monster modern paling ikonik.
Dalam sebuah sesi diskusi, ia mengungkapkan dua istilah krusial yang menjadi landasan kreatif dalam menggarap film tersebut.
Konsep 'Smart-Stupid' dan 'GothTech'
Istilah pertama yang dicetuskan oleh del Toro adalah 'Smart-Stupid'.
Ia menyadari bahwa premis dasar tentang membangun robot raksasa untuk melawan monster tidak masuk akal secara logis, namun ia menegaskan bahwa konsep konyol tersebut harus dieksekusi dengan tingkat keseriusan yang tinggi agar penonton dapat mempercayainya.
Istilah kedua adalah 'GothTech', yang merupakan gabungan antara elemen gotik dan teknologi.
Estetika ini memberikan kepribadian unik pada dunia di dalam film, di mana mesin-mesin raksasa dan monster dirancang dengan ornamentasi khusus yang menyerupai ksatria berlapis baja.
Kemungkinan Kembali ke Genre Kaiju
Ketika ditanya mengenai kemungkinan untuk kembali menggarap film bertema monster atau robot raksasa, del Toro memberikan respons positif dan menyatakan ketertarikannya.
Sementara itu, karya klasiknya Pan's Labyrinth juga dijadwalkan akan kembali tayang di bioskop dalam format restorasi 4K.
Rekomendasi
Awas! Sering Dijalani Pekerja Kantoran, Ini Bahaya Mager atau Sedentary Lifestyle
LINE Indonesia Luncurkan Layanan Baru, GOKS Platform Diskon untuk Mahasiswa
MGID Merevolusionerkan Penciptaan Gambar bagi Pengiklan dengan Integrasi Generatif AI
Spyro: A Realm Beyond Ungkap Tampilan Perdana dan Seni Konsep