Industri film animasi pernah kedatangan salah satu karya terbaik abad ke-21 melalui perilisan Kubo and the Two Strings pada 19 Agustus 2016.
Studio Laika merilis film ini setelah sebelumnya sukses membesut Coraline dan ParaNorman.
>>> Studio Ghibli Pastikan My Neighbor Totoro Tidak Akan Memiliki Sekuel Film
Meskipun mendapat pujian kritis yang luar biasa, film ini hanya mampu mengumpulkan pendapatan sebesar $77,5 juta dari anggaran $60 juta.
Tantangan Komersial dan Persaingan Ketat
Film bergenre animasi stop-motion dengan latar belakang feodal Jepang ini dianggap sebagai penjualan yang sulit bagi penonton arus utama.
Kubo harus menghadapi persaingan ketat di tahun yang sama dengan film-film besar seperti Zootopia dan Moana.
Cerita mengikuti seorang anak laki-laki berusia 12 tahun bernama Kubo yang memiliki alat musik shamisen ajaib.
Kubo harus menghadapi masa lalu yang kelam ketika kakeknya, Moon King, dan para bibinya datang menyerang.
>>> Karakter Horor Junji Ito Hadir di Universal Studios Japan
Dalam pelariannya, Kubo ditemani oleh sesosok monyet ajaib dan seorang samurai amnesia terkutuk bernama Beetle.
Para kritikus memberikan skor tinggi hingga 97% di situs Rotten Tomatoes untuk film tersebut.
Warisan dan Pengakuan Oscar
Kubo and the Two Strings juga berhasil meraih dua nominasi ajang Academy Awards untuk kategori animasi terbaik dan efek visual terbaik.
Film ini bersaing ketat dengan film-film besar lainnya meskipun harus kalah dari Zootopia dan The Jungle Book.
>>> Taylor Sheridan Resmi Konfirmasi Kolaborasi Yellowstone dan Justified
Hingga kini, film tersebut tetap berdiri sebagai salah satu karya animasi stop-motion paling ikonik.