Marvel Comics melalui seri Captain America (Vol. 14) #14 kembali menghidupkan salah satu momen paling ikonik dari Captain America di Marvel Cinematic Universe (MCU).
Dialog "I can do this all day" yang pertama kali diucapkan Steve Rogers muda saat menghadapi perundungan, kini mendapatkan interpretasi baru.
>>> Miles Morales Kembali Sebagai Spider-Man dengan Seri Baru
Momen tersebut telah menjadi ciri khas Captain America, melambangkan ketahanan dan tekadnya dalam menghadapi kesulitan.
Dialog ini juga telah dihomage dalam film-film MCU seperti Captain America: Civil War dan Avengers: Endgame.
Perjuangan Baru Captain America di Neraka
Dalam komik Captain America (Vol.
14) #14, Steve Rogers mendapati dirinya berada di neraka, berhadapan langsung dengan musuh bebuyutannya, Red Skull, yang memimpin pasukan iblis.
Cerita ini merupakan kelanjutan dari "Hell's Angel" yang menggali lebih dalam perjuangan Cap dan Doctor Doom.
Cap awalnya ragu mengenai moralitas tindakannya di neraka, terutama karena ia bersekutu dengan iblis yang memberontak melawan penguasa neraka, Mephisto.
Namun, keraguan itu sirna seketika saat ia melihat Red Skull memimpin pasukan musuh.
>>> RPG Baru PS5 Raih Skor 96/100 dari Penggemar PlayStation
Menghadapi Red Skull, yang selalu menjadi simbol kejahatan fasisme, Captain America menemukan kembali tekadnya yang tak tergoyahkan.
Ia menyadari bahwa ia harus berjuang melawan apa yang diwakili oleh Red Skull.
Makna Baru "I Can Do This All Day"
Di halaman terakhir komik tersebut, Captain America mengucapkan dialog ikoniknya dengan penambahan yang signifikan: "I can do this for eternity."
Kalimat ini bukan sekadar pengulangan, melainkan penegasan baru atas komitmennya.
Perubahan dari "all day" menjadi "eternity" mencerminkan skala perjuangan Captain America di neraka.
Ini menunjukkan bahwa tekadnya untuk melawan kejahatan, terutama yang diwakili oleh Red Skull, tidak akan pernah padam, bahkan melampaui batas kehidupan.
Rivalitas antara Captain America dan Red Skull adalah salah satu yang paling sengit dalam sejarah Marvel. Keduanya mewakili ideologi yang berlawanan secara fundamental: kebebasan versus fasisme.
>>> Tiga Film Era 2020-an Berlatar 1980-an yang Akurat Secara Sejarah
Perjuangan mereka yang tak berkesudahan, bahkan setelah kematian, kini diperkuat dengan makna baru dari dialog ikonik tersebut.
