⌂ Beranda News 5 Waralaba Xbox yang Terlupakan dan Layak Dihidupkan Kembali di Project Helix

5 Waralaba Xbox yang Terlupakan dan Layak Dihidupkan Kembali di Project Helix

5 Waralaba Xbox yang Terlupakan dan Layak Dihidupkan Kembali di Project Helix
Ilustrasi: 5 Waralaba Xbox yang Terlupakan dan Layak Dihidupkan Kembali di Project Helix
A A Ukuran Teks16px

3) Killer Instinct

Killer Instinct mungkin menjadi pilihan yang aneh karena telah mendapatkan reboot pada tahun 2013 setelah hampir satu dekade tanpa judul baru.

Reboot tersebut membawa kembali karakter-karakter terkenal dan sistem pertarungan berbasis kombo.

Game ini memiliki sistem pertarungan yang dibangun ulang, karakter baru, cerita baru, fitur perkembangan, dan matchmaking yang dirancang untuk permainan kompetitif.

Dukungan pasca-rilisnya luar biasa, tetapi ada gambaran yang lebih besar yang tampaknya diabaikan Microsoft.

Singkatnya, Killer Instinct membutuhkan sekuel, bukan untuk mempertahankan statusnya sebagai game fighting live service. Meskipun Microsoft telah memeliharanya dengan baik, game ini mulai menunjukkan usianya.

Dengan judul seperti Street Fighter 6 dan Marvel Tokon: Fighting Souls yang baru dirilis mendominasi, Killer Instinct tidak lagi memiliki daya saing.

Musim dan karakter baru hanya bisa berbuat banyak dan terasa lebih seperti menambal lubang daripada benar-benar meningkatkan game.

Sekuel adalah kesempatan untuk memperbaikinya. Game ini dapat mempertahankan fondasi inti sambil mengembangkannya.

Matchmaking yang lebih cepat, alat latihan yang ekstensif, kompetisi lintas platform, fitur turnamen yang kuat, dan kampanye cerita sinematik dapat mendorong Killer Instinct ke fokus utama.

Seri ini sudah memiliki sejarah, karakter, dan fondasi kompetitif yang diperlukan untuk judul berikutnya.

Microsoft hanya perlu memutuskan bahwa sudah waktunya untuk memecahkan penghitung kombo lagi dan menempatkan sekuel di Project Helix.

2) Viva Piñata

Viva Piñata adalah salah satu seri paling unik dan menawan dari Microsoft.

Rare merilis game pertamanya di Xbox 360 pada tahun 2006, yang memungkinkan pemain menjelajahi dunia warna-warni Pulau Piñata.

Pemain ditugaskan untuk membangun dan mengelola taman di pulau tersebut, yang kemudian akan menarik lebih dari 60 spesies piñata berbeda.

Pemain bebas menjinakkan, menyesuaikan, dan merawat mereka, semakin meningkatkan kepribadian game.

Rare memperluas formula dengan Viva Piñata: Trouble in Paradise pada tahun 2008, menambahkan fitur-fitur baru dan lebih banyak konten.

Namun, sejak itu, seri ini tidak mendapatkan judul utama baru, hanya spin-off dan port.

Dengan Project Helix, Viva Piñata dapat dihidupkan kembali dengan grafis modern, mekanisme baru, dan dunia yang lebih imersif.

Game ini memiliki daya tarik yang abadi dan dapat menarik pemain baru maupun lama.

>>> DC Gagal Maksimalkan Event New 52 yang Paling Diremehkan

Keunikan dan pesonanya menjadikannya kandidat yang sempurna untuk reboot, terutama di tengah tren game santai dan simulasi yang sedang populer.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru