Bagi banyak kolektor komik, memiliki salah satu komik klasik Marvel dari era perak adalah impian utama.
Namun, harga yang terus meroket membuat kepemilikan komik-komik tersebut, terutama dalam kondisi bagus, hanyalah angan-angan.
>>> 5 Penjahat Terkuat Spider-Man di MCU, Peringkat Kekuatannya
Sebagai contoh, Amazing Spider-Man #1 dalam kondisi near-mint terjual lebih dari $1,3 juta pada 2024. Journey Into Mystery #83, yang menandai debut Thor, dihargai hingga $432.000.
Sementara itu, Fantastic Four #1 dalam kondisi 8.0 bernilai sekitar $100.000, dan salinan 9.0 terjual seharga $231.800 bulan lalu.
Dalam lelang akhir pekan Heritage Auctions, muncul sebuah komik yang tampak seperti Fantastic Four #1 dengan nilai CGC 8.0.
Harga awal hanya $1, dan tawaran saat ini baru mencapai $115 dengan tiga hari tersisa.
Alasannya terlihat jelas saat memeriksa komik tersebut: sampulnya tidak memiliki kotak harga.
Selain itu, iklan di bagian belakang bukan tentang Albert Dorne, melainkan promosi "Golden Book and Record Sets" yang menampilkan cetak ulang komik klasik dengan piringan hitam.
Komik ini adalah reprint yang sekilas identik dengan aslinya. Pertanyaannya, siapa yang mau membayar lebih dari seratus dolar untuk sebuah reprint?
Sejarah Reprint Golden Record Marvel
Pada 1966, Marvel Comics telah menjadi pesaing serius bagi DC yang menguasai pangsa pasar.
Tahun itu Marvel mulai merambah barang dagangan berlisensi, termasuk bekerja sama dengan label musik anak-anak Golden Record.
Mereka mencetak ulang empat komik Marvel dan menyertainya dengan piringan hitam berisi pembacaan cerita.
>>> Salah Satu Drama Perang Terbaik Abad ke-21 Kini Hadir di Netflix
Golden Record sudah menerbitkan set buku-dan-rekaman sejak akhir 1940-an, awalnya dengan Little Golden Books.
Empat set diproduksi, menampilkan Fantastic Four #1, The Amazing Spider-Man #1, Journey Into Mystery #83, dan Avengers #4.
Avengers #4 menandai kembalinya Captain America di era perak.
Menurut beberapa catatan, sebagian besar set yang beredar berasal dari grosir komik yang membeli stok berlebih dari gudang Golden Record di New York pada awal 1970-an.
