Pementasan "Game of Thrones: The Mad King", sebuah prekuel yang berlatar sebelum peristiwa Pemberontakan Robert, akhirnya memulai debutnya di Royal Shakespeare Theatre, Stratford-upon-Avon.
Pertunjukan ini merupakan produksi panggung pertama yang terinspirasi dari karya George R. R.
>>> 5 Kematian Paling Mengejutkan di Jujutsu Kaisen Season 2
Martin, yang telah dikembangkan selama 30 tahun.
Detail Produksi dan Cerita
Setelah lima kali penundaan akibat skala produksi yang ambisius, termasuk durasi empat jam dan tiga lusin anggota pemeran, "The Mad King" akhirnya dipentaskan di panggung unik berbentuk salib dengan penonton mengelilinginya.
Pihak RSC menyatakan penundaan diperlukan untuk menyempurnakan karya secara real-time karena sifat produksi yang epik dan penundaan tak terduga dalam proses pemasangan.
Pementasan ini mengeksplorasi periode yang menarik dalam sejarah Game of Thrones, yang diwarnai intrik, pembunuhan, romansa, misteri, dan kesalahpahaman.
>>> Serial Sci-Fi Michael Bay Raih Peringkat 6 VOD Pasca Tayang di Netflix
Pertunjukan ini menampilkan penampilan kuat dari para pemeran, termasuk Michael Shaeffer sebagai Raja Aerys II, Tanisha Spring, Elizabeth Ayodele, Mariah Gale, dan Callum Woodhouse.
Ulasan awal memuji penampilan para aktor, desain panggung yang luar biasa, kostum yang indah, serta kesesuaian cerita dengan visi George R.
R. Martin.
>>> House of the Dragon Raih 969 Juta Menit Ditonton, Jadi Salah Satu Serial Streaming Terbesar
Penonton melaporkan penggunaan dialog yang diambil langsung dari buku, yang dinilai efektif dan menambah nuansa Shakespearean pada naskah.
